Penentuan hari pertama puasa 2017 selalu menarik untuk dibicarakan, hal ini karena ada 2 metode dalam menentukan kapankah hari pertama Ramadhan dimulai. Di Indonesia ada 2 kekuatan jamaah yang sangat besar dan keduannya berlainan dalam menggunakan metode penentuan awal Ramadhan sehingga kadang menghasilkan kesepakatan yang berbeda juga dalam menentukan awal Ramadhan.Hari Pertama Puasa 2017 Akurat

Namun demikian, tak ada masalah dengan perbedaan tersebut, karena masing-masing memiliki dalil yang kuat dan dalam fiqih Islam hal tersebut dianggap sah, yang penting cara menyikapi di antara masing-masing jamaahnya yang perlu diperhatikan, jangan sampai perbedaan pendapat justru memperlebar jurang persaudaraan.

Dalam ilmu fiqih dikenal 2 cara dalam penentuan awal bulan termasuk penentuan awal bulan Ramadhan yaitu metode hisab dan metode rukyatul hilal. Sebelum dibahas lebih jauh lagi, kita perlu mengenal apa arti kata rukyat, hilal dan hisab. Berdasarkan kosa kata bahasa Arab, rukyat (ru-yat) berarti melihat. Sedangkan Arti hilal adalah sebutan bulan yang baru saja muncul pada tanggal 1 bulan hijriyyah.

Biasanya hilal berbentuk sabit kecil yang bisa terlihat jika matahari terbenam penuh atau sesaat setelah konjungsi atau ijtimak (Maka itulah kenapa pemerintah dan ulama melakukan sidang itsbat setelah waktu maghrib). Ijtimak merupakan kondisi bulan yang tak dapat terlihat dari bumi, karena permukaan bulan yang tampak dari bumi tidak mendapat sinar matahari, sehingga dikenal istilah bulan baru. Perbedaan tempat dan waktu di bumi akan mempengaruhi tampakan hilal.

Lalu kapankah kita bisa melihat hilal? Mencari hilal hari pertama Ramadhan dilakukan pada tanggal 29 Sya’ban setelah terbenamnya matahari. Untuk melihat hilal, harus dilakukan di tempat yang kira-kira tak terhalang, seperti gedung bertingkat, pantai, gunung atau padang pasir.

Saat matahari terbenam, hilal bisa kita cari baik dengan mata langsung maupun menggunakan alat canggih. Jika tampak bulan sabit kecil, berarti sudah masuk tanggal 1 Ramadhan dan malam itu pula dilakukan sholat sunat tarawih dan berniat puasa Ramadhan untuk esok harinya. Jika ternyata hilal tak dapat dilihat, karena memang tidak tampak atau cuaca mendung maka Sya’ban harus digenapkan menjadi 30 hari.

Setelah mengetahui arti hilal, sekarang berlanjut ke pengertian hisab. Hisab merupakan penentuan posisi bulan untuk mengetahui hari pertama puasa 2017 dengan perhitungan secara astronomis dan matematis. Saat ini metode hisab sudah menggunakan software dan komputer sehingga menghasilkan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Hisab seringkalui digunakan sebelum rukyat untuk menentukan kunjungsi atau ijtimak. Ijtimak ini terjadi setiap 29,531 hari sekali.

Lalu kenapa di Indonesia seringkali terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan ? Perlu diketahui bahwa Indonesia dan juga Negara-negara ASEAN menggunakan metode imkanur rukyat untuk menentukan awal Ramadhan. Dalam metode ini disetujui bahwa awal bulan hijriyyah terjadi jika : Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas cakrawala minim 2° dan sudut jarak lengkung bulan-matahari minim 3° dan ketika bulan terbenam, usia bulan minimal 8 jam dari ijtimakHari Pertama Puasa 2017 Akurat

Dengan demikian ada 3 kemungkinan dalam penentuan awal Ramadhan yaitu :

  1. Ketinggian hilal kurang dari 0°, maka hilal tidak akan terlihat, pengikut hisab dan rukyat sepakat belum masuk hari pertama Ramadhan.
  2. Ketinggian hilal lebih dari 2°, maka kemungkinan hilal akan terlihat, pengikut hisab dan rukyat sepakat telah masuk awal Ramadhan.
  3. Ketinggian hilal di antara 0° hingga 2°, kemungkinan besar hilal tak bisa dilihat secara rukyat namun secara hisab hilal sudah di atas cakrawala. Jika ternyata hilal berhasil untuk dilihat ketika rukyat, maka awal Ramadhan telah masuk malam itu, dan pengikut rukyat dan hisab sepakat sudah masuk awal Ramadhan. Namun jika rukyat tak berhasil melihat hilal maka pengikut rukyat harus menyempurnakan bulan Sya’ban hingga 30 hari sehingga malam itu belum masuk awal Ramadhan, sedangkan hisab bisa mengambil kesimpulan yang berbeda.

Itulah sekilas tentang hari pertama puasa 2017. Semoga bermanfaat !