Bagi para orang tua mungkin sudah terbiasa mendengar masalah anak yang susah makan, atau anak yang picky eater dan berbagai macam permasalahan lainnya seputar makan anak. Biasanya gangguan makan pada anak memang kerap muncul dan pergi seiring dengan pertumbuhannya yang makin membesar. menurut survey sebagian anak bisa menjadi susah makan ketika usianya memasuki satu tahun, hal ini tentunya memiliki alasan tersendiri dibalik permasalahan anak tidak mau makan.
Anak susah makan
Ketika anak enggan makan sebaiknya orang tua dapat menanggapi hal ini dengan bijak, karena bila hal ini disikapi dengan keliru maka hal tersebut dapat menimbulkan suasana yang tidak nyaman dirumah. Sebelum mencari solusi untuk mengatasi anak tidak mau makan ada baiknya para orang tua terlebih dahulu meneliti penyebab anak mogok makan,bisa jadi anak tidak mau makan karena sakit, bosa dengan menu makanan yang ada dirumah, bosan dengan suasana rumah, dan berbagai macam alasan lainnya lagi.
Untuk anak-anak makan adalah sebuah kegiatan belajar mengeksplorasi rasa, jenis makanan dan bentuk makanan, maka mereka butuh bantuan dan dukungan dari orang tua agar proses makannya jadi menyenangkan. Agar suasana makan bisa menyenangkan para orang tua dapat melakukan beberapa kegiatan berikut :

  1. Membiarkan anak makan sendiri,kelebihan dari cara ini adalah melatih agar anak menjadi mandiri. kita cukup siapkan makanan yang mudah dipegang dan dimasukan kedalam mulut.
  2. Mengajak anak untuk terlibat dalam proses pembuatan makanan, mulai dari memilih bahan makanan yang akan dibeli, membersihkan, memasak lalu menyajikannya. Biasanya anak akan lebih tertarik makan bila mereka tahu bagaimana proses untuk membuatnya.
  3. Berikan porsi kecil namun dengan frekwensi pemberian lebih dari biasanya, misal jika Anda biasa memberi makan  dua kali dalam jumlah besar kali ini Anda bisa membagi makanan tersebut menjadi 4 porsi agar ketika makan anak tidak merasa  terbebani karena harus makan dalam jumlah yang banyak.

Untuk memastikan kecukupan gizi anak, orang tua dapat membuat catatan. Tulis seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi anak selama seminggu. Periksa apakah anak telah menerima asupan dari empat kelompok gizi utama yaitu karbohidrat, protein, produk susu, buah dan sayuran. Jika anak Anda masih mengonsumsi makanan dari tiap kelompok gizi tersebut, maka Anda tidak perlu khawatir. Namun jika Anda masih belum yakin terhadap asupan gizi anak atau menyebabkan berat badan anak sulit bertambah, maka disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi langsung kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak.